Showing posts with label Cara Menanam. Show all posts
Showing posts with label Cara Menanam. Show all posts

Saturday, March 19, 2016

Cara Menanam Jagung Dengan Mudah

Hallo sobat GoTos kali ini gue mau posting bagaimana cara menanam jagung dengan mudah. Oke langsung saja:
Tanaman jagung adalah tanaman yang  memiliki tingkat fotosintesis tinggi, jadi sangat memerlukan cahaya matahari. Maka lokasi yang baik untuk budidaya tanaman jagung adalah areal yang terbuka berupa sawah atu ladang yang tidak terlindung dari cahaya matahari.

Lokasi untuk budidaya tanaman jagung sebaiknya tidak tergenang air, namun memiliki kadar air yang cukup. Selain itu, dalam pemilihan lokasi untuk tanaman jagung, sebaiknya harus sesuai dengan syarat tumbuh tanaman jagung, atau yang dibutuhkan oleh tanaman jagung. Syarat tumbuh dijelaskan sebagai berikut.

1.    Susunan atau sifat tanah
Sebenarnya semua jenis tanah dapat ditumbuhi jagung, namun sifat tanah yang paling dikehendaki oleh tanaman jagung adalah yang drainasenya lancar, subur dengan humus dan pupuk yang mencukupi persediaan untuk tumbuh.

2.    Iklim
Iklim atau cuaca rata-rata suatu daerah turut berperan serta dalam menentukan pertumbuhan dan produksi suatu tanaman. Iklim yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin rebut bahkan banjir, akan berpengaruh pada pertumbuhan, termasuk pada tanaman jagung.
Walaupun tanaman jagung sangat cocok pada daerah yang beriklim sejuk dan dingin, namun jika terlalu banyak hujan juga akan mengurangi kualitas  jagung.

Tanaman jagung dapat berproduksi dengan baik dan berkualitas pada daerah yang beriklim sejuk yaitu 50 derajat LU sampai 40 derajat LS dengan ketinggian sampai 3000 meter dari permukaan laut. Namun, untuk jenis-jenis jagung tertentu, dapat juga pada tempat yang berbeda dari kondisi tersebut dan dapat berproduksi dengan baik.

3.    Derajat keasaman tanah (pH)
Derajat keasaman tanah dipengaruhi oleh banyaknya kandungan unsure kimia dalam tanah serta kadar air dalam tanah tersebut. Daerah yang cenderung basah dan banyak humus akan menyebabkan tanahnya cenderung bersifat asam.

Sebaliknya tanah yang kering berkapur dengan kadar air yang sedikit akan lebih bersifat basa. Untuk tanaman jagung sebenarnya  toleransi atau kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan cukup baik, yaitu dengan kemampuan hidup maksimal pada derajat keasaman antara 5,5 sampai 7.
Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam, sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.

4.    Kadar air
Jumlah air yang ada dalam tanah akan menentukan kadar air tanah. Tanaman jagung memerlukan air terutama untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan. Jadi penanaman jagung pun banyak diawali pada saat musim hujan mulai tiba. Selain menghemat tenaga untuk menyiram juga menambah sejuk/menambah kelembaban udara. Sehingga tanaman tidak kekurangan air, karena dapat mengganggu proses fotosintesis atau penyusunan makanan yang dilakukan untuk beraktifitas dan berproduksi dari tanaman jagung tersebut.

5.    Intensitas cahaya matahari
Intensitas cahaya adalah jumlah pancaran cahaya matahari yang intesif dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk tanaman jagung, intensitas cahaya yang banyak dan cukup sangat dibutuhkan selain untuk berfotosintesis, juga untuk berproduksi, karena tanpa intensitas cahaya yang cukup, bunga tidak dapat berhasil menjadi buah.

6.    Suhu lingkungan
Suhu adalah tingkat derajat panas suatu benda yang ada dalam lingkungan. Lingkungan tempat hidup jagung sangat perlu untuk diperhatikan, karena suhu yang tinggi dan kering akan mengganggu kelangsungan proses penyusunan makanan atau fotosintesis pada tanaman jagung.

Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah antara 21 sampai 30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalh antara suhu 21 sampai 27 derajat celcius. Jadi, sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk pertumbuhan kecambahnya.

Pada umumnya tanaman njagung ditanam pada lahan yang kering dengan cara multikultur, artinya ditanam bersama dengan beberapa jenis tanaman yang lain. Namun, penanaman jagung pada lahan kering ini tidaklah mutlak, sebab ternyata tanaman jagung juga dapat tumbuh pada lahan basah yang terdapat pengairan serta sawah tadah hujan, secara monokultur yaitu menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman.
Cara penanaman jagung ada 2 cara, yaitu:

1.    Multikultur
Multikultur adalah penanaman lahan dengan banyak jenis tanaman yang berbeda-beda secara bersama-sama. Misalnya dalam satu waktu pada suatu lahan ditanami jagung, ketela pohon, dan kacang tanah.
Cara ini sering juga disebut dengan istilah tumpang sari, yang mempunyai tujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga, yaitu dengan menjaga keseimbangan persediaan unsure-unsur yang ada dalam tanah.

2.    Monokultur
Monokultur adalh menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman secara berselang seling, atau bergantian. Misalnya sekarang jagung, tahap yang kedua padi atau sebaliknya.

Penanamn dengan car ini sering disebut dengan istilah rotasi tanaman. Rotasi tanaman pada dasarnya memiliki tujuan yang hampir sama dengan tumpang sari, hanya saja waktu penanaman yang berbeda maka pengambilan unsure yang ada dalam tanah juga bergantian. Tapi dengan cara bergantian pula unsur itu akan berkurang, sehingga diharapkan dengan penanaman yang bergantian, keseimbangan jumlah unsur-unsur dalam tanah juga tetap terjaga.

Sel;ain itu juga diselingi dengan tanaman kacang agar dapat diperkaya unsur Nitrogen, karena tanaman kacang tanah dalam akarnya terdapat bintil yang ada bakteri Rhizobium dapat mengikat Nitrogen dari udara bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penanaman kacang tanah, tanah akan subur kembali.
Kedua cara tersebut adalah bagian dari cara penanaman yang dipakai untuk mengatasi lahan yang sudah kritis.

Budidaya, jagung, cara menanam, tanaman, panduan

Sebenarnya masih ada car yang lain untuk mengatasi lahan yang kritis, yaitu dengan sengkedan dan terasering. Sengkedan dilakukan pada lahan yang dapat berdampak pada erosi tanah. Sedangkan terasering dilakukan pada lahan yang miring dibuat sawah yang bertingkat-tingkat dengan tujuan untuk menghambat erosi.

Tanah yang terkena erosi terus menerus akan mengalami:
a.    Kekurangan unsur-unsur hara didalamnya
b.    Mudah longsor
c.    Pengurangan tingkat kesuburan
d.    Tidak dapat ditanami
e.    Mengurangi hasil produksi
Di bawah ini ada usaha-usaha untuk mengembalikan kesuburan tanah apabila terjadi erosi pada lahan tanamn jagung, baik oleh air ataupun oleh angin:

1.    Penjemuran
Penjemuran adalah cara yang sudah sering dilakukan oleh para petani sejak dahulu, terutama pada lahan persawahan, caranya dengan mencangkul  tanah dan membaliknya, kemudian dibiarkan terkena panas matahari selama beberapa hari. Tujuan penjemuran adalah untuk:

a.    Membunuh bakteri pengganggu yang ada dalam tanah
b.    Tanah mendapatkan aerasi/pengudaraan
c.    Derajat keasaman tanah atau kebasaan dapat berkurang
d.    Tanah dapat kembali subur

2.    Penghijauan
Tanah yang kurang subur karena terkena erosi, biasanya akan sulit ditanami. Untuk mengatasinya, dapat dengan penanaman kembali atau penghijauan, yaitu dengan menanam pohon pohon pelindung.
Tujuan penghijauan adalah untuk:

a.    Menambah kesuburan tanah, dengan cara pembuatan humus oleh tanaman pelindung melewati daunnya yang berguguran.
b.    Akar tanaman pelindung dapat menahan laju air.
c.    Mikroorganisme yang ada dalam humus akan dapat menguraikan zat organic dalam humus, sehingga menambah unsure hara dan kesuburan dalam tanah.

3. Rotasi tanaman
adalah menanami sebidang tanah dengan tanaman yang berbeda secara bergantian. Misalnya ditanami jagung, lalu ditanami padi dan seterusnya. Tujuan rotasi tanaman adalah:

a.    Agar unsure hara yang ada dalam tanah tidak habis sekaligus
b.    Jenis tanaman yang berbeda akan membutuhkan unsure yang berbeda pula, jadi pengambilan unsure terjadi secara bergantian.

4.    Pemupukan
Pemupikan adalah usaha menambah atau mengganti hilangnya beberapa jenis unsure yang hilang bersama proses bercocok tanam.

Proses yang dapat menyebabkan hilangnya beberapa unsure adalah:
a.    Pemanenan dengan cara pencabutan sampai ke akar
b.    Hanyut bersama dengan air saat penyiraman.

Macam-macam pupuk yang dapat digunakan antara lain:

a.    Pupuk kandang
Pupuk kandang adalah pupuk  yang berasal dari kotoran ternak.

b.    Pupuk kompos
Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari pembusukan sampah organic. Misalnya dari sisa pembusukan daun atau bagian tanaman lain yang sudah mati.

c.    Pupuk hijau
Pupik hijau adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan yang sengaja dicabut, kemudian di tanam di sekitar lahan  pertanian. Tanaman yang sering di tanam adalah jenis kacang-kacangan.

d.    Pupuk anorganik atau pupuk buatan
Pupik anorganik adalah macam-macam pupuk yang dibuat oleh pabrik.
Misalnya:

1)    Amonium sulfat (NH4)2 SO4 atau sering disebut ZA
2)    Nitrogen Posfor Kalium (NPK)
3)    Urea
4)    ASN atau ammonium sulfat nitrat

1.    Syarat tumbuh
Lokasi yang baik untuk bertanam jagung sebaiknya memenuhi syarat tumbuh. Misalnya kesuburan tanah, suhu lingkungan, pancaran sinar matahari, serta tinggi tempat.

2.    Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi
Ketersediaan sarana transportasi dapat mempermudah pengangkutan hasil panen, menekan biaya transportasi serta mencegah prnurunan mutu jagung sebelum pemasaran.

3.    Tujuan pemasaran
Lokasi bertanam jagung sebaiknya tidak jauh dari tempat pemasaran. Tujuannya adalah mencegah penurunan mutu jagung dan menghemat transportasi, termasuk biaya pengangkutan oleh tenaga kerja.

4.    Ketersediaan tenaga kerja
Tenaga kerja sangat diperlukan, dimulai dari proses penanaman, pemeliharaan dan saat pemanenan serta pengolahan hasil panen, sehingga mendapatkan hasil produksi yang baik dan berkualitas  serta tidak terjadi penurunan mutu jagung.

Benih Tanaman Jagung

Penyediaan benih adalah hal atau factor yang awal dan penting pada aktivitas bertanam jagung. Sebagai langkah awal dalam bertanam jagung, pemilihan bibit unggul biasanya dilaksanakan agar kita dapat mendapatkan hasil produksi yang tinggi pula.

Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih bibit jagung yang baik adalah sebagai berikut:

1.    Tongkol diambil dari tanaman jagung induk yang sehat, kuat dan telah tua.
2.    Tongkol jagung yang tua berukuran besar, panjang dan langsing.
3.    Klobot rapat dari ujung sampai pangkal daun jagung.
4.    Biji terletak dalam barisan yang lurus
5.    Tongkol memiliki ranbut yang banyak
6.    Tongkol sudah dijemur sampai kering

Biji yang unggul ditentukan oleh:

1.    Faktor genetic
Faktor genetic adalah factor yang berhubungan dengan genotip yang baik, dan biasanya diturunkan dari induk pada keturunannya, misalnya daya tahan terhadap penyakit, dan daya reproduksi.

2.    Faktor fisik
Faktor fisik adalah benih yang bermutu tinggi meliputi kemampuan berkecambah yang tinggi, kadar air rendah, bersih dan bebas dari kotoran.
Untuk mendapatkan benih, sebaiknya kita beli dari tempat pemuliaan, sebab bila kita menggunakan benih dari pertanaman sebelumnya, akan mengalaminpengurangan/penurunan  kualitas/mutu.

Benih yang unggul dapat kita beli pada took saprotan, distributor benih atau Balai Benih Induk (BBI). Dan untuk mencegah timbulnya penyakit pada benih yang disebabkan oleh jamur, maka benih harus kita fungisida, atau insektisida yang berguna untuk membasmi jamur.
Misalnya untuk mencegah bulai, dengan cara sebagai berikut:

1)    Sediakan air sebanyak 1 liter
2)    Masukkan dalam air tersebut 5 g Ridomil
3)    Masukkan biji jagung kedalam larutan tersebut
4)    Rendam benih selama  15 menit
5)    Setelah itu keringkan sampai kering dengan cara dijemur.

Lahan dan Penanaman

Pengolahan lahan tanaman jagung bertujuan untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil produksi jagung.

     Tujuan pengolahan lahan adalah untuk:

1.    Menyediakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan jagung.
2.    Memperbaiki sifat fisik tanah.
3.    Mencegah pertumbuhan gulma dan tanaman pengganggu.
Lahan untuk bertanam jagung dapat diolah dengan menggunakan cangkul, bajak ataupun dengan traktor.
Pengolahan lahan untuk bertanam jagung terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

1.    Memecah
Yang dimaksud memecah pada pengolahan tanah untuk bertanam jagung adalh menfubah kondisi tanah yang tadinya keras dan padat menjadi tanah yang gembur dan lunak, agar dapt diproses selanjutnya. Alat untuk memecah kondisi tanah ini adalah traktor.

2.    Membalik
Membalik tanah pada pengolahan tanaman jagung adalah penggantian atau pemindahan posisi dari bagian tanah sebelas atas menjadi sebelah bawah atau sebaliknya.
Hal ini dilakukan karena tiap komposisi tanah yang memiliki sifat yang berbeda-beda, baik kandungan unsure maupun tingkat kesuburan tanahnya. Alat yang dipergunakan untuk membalik tanah adalah cangkul.

3.    Meratakan tanah
Proses yang selanjutnya setelah tanah dipecah dan dibalik adalah dengan diratakan, agar proses perawatan yang lain dapat berlangsung dengan mudah. Alat yang digunakan untuk meratakan adalah garu, dengan tenaga sapi atau kerbau atau tenaga manusia.
Di bawah ini perlu kita ketahui susunan dari lapisan tanah secara horizontal yang terdiri dari 3 lapisan yang utama yaitu:

a.    Lapisan tanah atas/top soil
Lapisan tanah atas memiliki ciri-ciri antara lain:
  • Terletak pada bagian paling atas dari tanah
  • Sebagai tempat tumbuhnya berbagai tanaman
  • Berwarna gelap
  • Tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman dengan mencari makan pada bagian top soil ini
  • Tempat hidup berbagai mikroorganisme
  • Tempat terjadinya humifikasi
  • Tanahnya gembur
  • Banyak mengandung unsure hara bagi tanaman
  • Porositas dan drainasenya sangat baik.
  • Ketebalannya dipengaruhi oleh kemiringan, ketinggian dan jumlah tumbuhan yang ada di atasnya

b.    Lapisan tanah bawah/subsoil
Ciri-ciri lapisan tanah bawah/subsoil adalah sebagai  berikut:
  • Berwarna lebih muda dan lebih terang
  • Porositas dan drainase rendah
  • Ikatan butiran tanah lebih stabil
  • Banyak mengalami pelapukan
  • Banyak mengandung tanah liat

c.    Lapisan bahan atau batuan induk/bed rock
Lapisan batuan induk memiliki ciri-ciri antara lain:
  • Lapisan masih berupa batu yang belum mengalami pelapukan.
  • Tempat terdapatnya kantung-kantung air.
  • Tempat terjadinya proses pelapukan secara fisik, kimia dan bilogis dalam waktu yang lama.

Keadaan tanah yang diolah sebaiknya dalam keadaan tidak basah sebab akan lengket dan sukar digemburkan. Selain itu juga tidak terlalu kering, sebab akan terasa keras, sehingga perlu tenaga yang besar. Jadi sebaiknya dalam keadaan lembab agar mudah pengolahannya.

Cara pengolahan tanah untuk bertanam jagung, yaitu:
  • Setelah tanah diolah, maka tanah dibuat bedengan dengan ukuran yang sesuai dengan luas lahan.
  • Selain itu di antara bedengan dibuat parit untuk pengaturan pengairan, yang dalamnya 20 cm dan lebarnya 40 cm.
  • Segera dilakukan pembuatan lubang tanam dengan menggunakan tugal/batang kayu
  • Pembuatan jarak antara lubang tanam bergantung pada kesuburan tanah dan daya tumbuh benih.

4.    Penanaman tanaman jagung
Penanaman jagung dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan, sehingga pada masa pertumbuhan tanaman jagung masih tersedia air dari curahan hujan.
Penanaman dilakukan dengan cara mengisi lubang tanam dengan satu benih jagung disertai dengan furadan 1 g tiap lubang. Tak lupa pada setiap lubang tanam ditutupi dengan jerami kering terlebih dahulu baru ditutup kembali dengan tanah.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman jagung adalah proses yang penting, karena akan ikut menentukan hasil produksi dari aktivitas kita bercocok tanam jagung.

Kegiatan pemeliharaan tanaman jagung meliputi:

1.    Penyiraman
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman jagung adalah dengan membuat saluran air pada sekeliling lahan atau dari turunnya air hujan. Sebab, bila kita harus menyiram lahan yang begitu luas, akan cukup merepotkan.

Air bagi tanaman jagung dibutuhkan untuk:
  • Saat awal pertumbuhan yaitu untuk perkecambahan
  • Saat pembentukan tongko

Akibat kekurangan air adalah:
  • Biji lama/gagal berkecambah
  • Tongkol jagung menjadi kerdil

Cara penyiraman lahan tanaman jagung adalah sebagai berikut:
  • Pada daerah yang cukup air, penyiraman dilakukan dengan cara menyalurkan air pada saluran air antara barisan tanamannjagung.. tunggu sampai 3 jam, bila air masih sisa dalam sxaluran tadi, maka air harus dibuang.
  • Pada lahan yang kering, penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor.
Waktu penyiraman tanaman jagung adalah:
  • Setelah masa tanam jagung selesai, dengan tujuan agar biji jagung segera berkecambah.
  • Setiap hari satu kali tanaman jagung disiram selama satu minggu.
  • Setelah istirahat, penyiraman kembali dilakukan setelah minggu ke-4.
  • Saat pembentukan tongkol, tanaman jagung disiram sehari sekali agar tumbuh dengan sempurna.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman tanaman jagung adalah:
  • Jangan menyiram tanaman jagung jika hari sudah hujan. Karena jika terlalu banyak air tanaman jagung bisa membusuk dan akhirnya mati.
  • Penyiraman hanya dilakukan jika lahan kering saja.

2.    Penyiangan
Penyiangan adalah kegiatannmembuang rumput liar/pengganggu yang ikut tumbuh bersama tanamanjagung, yang sering disebut gulma.
Macam-macam rumput liar yang sering tumbuh dalam lahan jagung adalah:
  • Rumput teki
  • Alang-alang
  • Kaki/tapakmkuda
  • Meniran
  • Krokot

Cara penanggulanggan rumput liar atau gulma ini adalah dngan cara:
  • Langsung dicabut dengan tangan secara beramai-ramai.
  • Dengan menggunakan herbisida yaitu senyawa kimia yang digunakan untuk membasmi gulma.

3.    Pembubunan

Pembumbunan adalah penimbunan tanah pada sekeliling tanaman jagung. Caranya adalah sebagai berikut:
  • Pertama-tama kita bersihkan rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman jagung, dengan cara dicabut
  • Ambil hasil cabutan rumput liar tadi, dan timbun dengan tanah pada sekeliling tanaman jagung.

4.    Pemberian pupuk
Pemberian pupuk yanmg dimaksudkan disini adalah pemupukan  lanjutan, yaitu setelah tanaman jagung berumur 2 minggu, dengan cara ditaburkan pada larikan tanaman jagung
Pemberian urea juga diberikan setelah tanaman jagung berumur 40 hari, dengan tujuan menungkatkan jumlah dan kualitas tongko, jagung.

5.    Pemberian garam inggris
Tujuan pemberian garam inggris pada tanaman jagung adalah untuk:
  • Menambah kesempurnaan pertumbuhan sruktur daun
  • Menambah kesempurnaan pertumbuhan tongkol jagung
  • Memperkuat daya tahan tanaman jagung dari serangan penyakit, seperti bulai
Cara pemberian garam inggris pada tanaman jagung adalah sebagai berikut:
  • Larutkan garam inggris dalam air dengan perbandingan 4:1
  • Semprotkan pada bagian daun tanaman
  • Lakukan penyemprotan setiap semnggu sekali selama 4 minggu berturut-turut.

6.    Pembuangan bunga jantan
Pembuangan bunga jantan pada tanaman jagung dilakukan pada saat bunga jantan keluar, tapi sebelum bunga mekar, jadi belum terjadi penyerbukan.
Tujuan pembuangan bunga jantan adalah untuk:
  • Pengalihan kekuatan/tenaga pada pembuatan tongkol
  • gar tongkol jagung menjadi lebih besar
  • Agar tongkol menjadi lebih banyak
Pembuangan bunga jantan dilakukan setelah 40 hari penanaman, untuk tanaman jagung yang ditanam di dataran rendah. Sedangkan untuk tanaman jagung yang ditanam di dataran tinggi, pembungaan bunga jantan dilakukan setelah 50 hari penanaman, karena perbedaan intensitas cahaya matahari yang diterima.

Cara pembuangan bunga jantan adalah sebagai berikut:
  • Goyang-goyangkan batang secara perlahan, jangan terlalu keras sebab dapat merusak bunga,
  • Perhatikan pelepah daunnya, tunggu sampai pelepah daunnya melebar.
  • Jika pelepah daun sudah melebar, maka cavutlah tangkai bunga jantan pada tanman jagung dengan hati-hati.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu hasil produksinya.
Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

1.    Secara tradisional
  • Secara mekanisme atau penanganan secara langsung.
  1. Ulat langsung diambil dan dibasmi
  2. Tikus, dengan cara digeropyok beramai-ramai
  3. Burung dengan diketapel
  • Tanaman liar dengan disiangi/dicabuti secara langsung
  • Mengusir burung, dengan dipasang orang-orangan untuk menakuti dan pergi jauh supaya tidak memakan jagung.
  • Dengan penanaman secara serentak.
  • Dengan mengadakan rotasi tanaman agar terhimdar dari hama dan penyakit.
2.    Modern
  • Untuk mencegah serangan penyakit digunakan fungisida/senyawa kimia pembasmi jamur/fungi. Misalnya, manzate, DIthane, Antracol, Cobox, dan Vitigran Blue.
  • Untuk pengendalian hama digunakan insektisida/senyawa kimia pembasmi serangga/insekta, yang berbentuk cairan yang disemprotkan.
Misalnya, Diazinon 60 EC, Baycard 500 EC, HOpcin 50 EC, Klitop 50 EC, Mipcin 50 WP, Azodrin 15 WSC,
Sedangkan yang berupa butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.

1.    Ulat daun (prodenia litura)
Gejala tanaman jagung yang diserang hama ulat daun adalah sebagai berikut:
  1. Ulat dau menyerang bagian pucuk daun.
  2. Umur tanaman yang diserang ulat daun sekitar 1 satu bulan
  3. Daun tanaman bila sudah besar menjadi rusak.
Pencegahan dxengan penyemprotan insektisida folidol, basudin, diazinon dan agrocide dengan ukuran 1,5 cc dalam tiap 1 liter air.

2.    Lalat bibit
  1. Disebabkan oleh lalat bibit (Atherigona exigua)
  2. Gejala yang dialami tanaman jagung adalah ada bekas gigitan pada daun, pucuk daun layu, dan akhirnya tanaman jagung mati.
  3. Pengendalian dengan menghembuskan HCH 5% pada saat berumur 5 hari. Atau pengobatan dengan penyemprotan insektisida Hostathion 40EC, sebanyak 2cc tiap liter air dengan volume semprotan 100 liter tiap hektar lahan jagung.

3.    Ulat agrotis
  1. Gejala yang dialami pada bagian batang yang masih muda yaitu putus akhirnya tanaman jagung mati.
  2. Agrotis sp. Melakukan penyerangan pada malam dan siang hari. Ada 3 macam ulat grayak/agrotis ini, yaitu:
  • Agrotis segetum, yang berwarna hitam, sering ditemukan didaerah dataran tinggi.
  • Agrotis ipsilon, berwarna hitam kecoklatan, di temukan di daerah dataran tinggi dan rendah
  • Agrotis interjection, berwarna hitam, banyak terdapat di pulau jawa 
3. Pengendalian ulat ini dengan insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2 ml tiap 1 liter air. Tiap hectare dapat digunakan 500 liter larutan

4.    Penggerek daun dan penggerek batang
  1. Bagian tanaman jagung yang diserang oleh ulat sesamia inferens dan pyrasauta nubilasis adalah ruas batang sebelah bawah dan titik tumbuh tunas daun tanaman jagung.
  2. Gejala tanaman menjadi layu.
  3. Penanggulangan dengan menggunakan insektisida Azodrin 15 WSC dengan dosis 30 liter dalam 10 liter air.

5.    Ulat tongkol (Heliothis armigera)
  1. Gejalanya dapat dilihat dengan adanya bekas gigitan pada biji dan adanya terowongan dalam tongkol jagung.
  2. Ulat tongkol menyerang/masuk dalam tanaman jagung melalui tongkol, baru memakan biji jagung.
  3. Pengendalian dengan penyemprotan menggunakan Furadan 3G atau dengan membuat lubang dekat tanaman, diberi insektisida dan ditutup lagi.
  4. Dosis yang digunakan 10 gram tiap meter persegi.
  5. Sebaiknya dilakukan pada saat tanaman jagung masih berbunga, jangan menjelang panen, sebab dapat membahayakan kita yang ikut mengkonsumsi jagung karena residu dari insektisida tersebut.
  6. Penyakit pada tanaman jagung, yaitu:

1.    Hawar daun atau karat daun
Penyakit hawar daun dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
a.    Hawar daun turcicum
  • Gejala penyakit ini berupa adanya bercak kecil berbentuk jorong, berwarna hijau kelabu. Lama kelamaan bercak menjadi besar dan berwarna coklat. Bentuk seperti kumparan, bila parah daun seperti terbakar.
  • Penyebab penyakit ini adalah Helminthos porrirum turcicum.

b.    Hawar daun maydis
  • Gejala yang dialami berupa bercak  coklat abu-abu pada seluruh permukaan daun.
  • Bila parah dapat sampai ke jaringan tulang daun yang akhirnya jaringan dapat mati.

c.    Hawar daun corbonum
  • Gejala berupa bercak coklat  muda kekuningan bersudut-sudut memanjang yang dapat menyatu dan mematikan daun.
  • Penyebabnya adalah cendawan Dreschslera zeicola yang tumbuh di daerah yang dingin, bersuhu rendah, lembab dan di daerah dataran tinggi.
  • Pengendalian dengan fungisida atau dengan thiram dan karboxin, serta dengan pengasapan atau perawatan suhu panas selama 17 menit dengan suhu 55 derajat celcius.

2.    Bulai
  • Penyakit bulai pada daun jagung disebabkan oleh cendawan  atau jamur sclerospora maydis
  • Gejala berupa daun tanaman jagung berwarna kuning keputih-putihan bergaris, sejajar dengan urat daun dan tampak kaku.
  • Pencegahan dengan pemberian Ridomil 35 SD pada benih agar tidak tumbuh jamur pada biji jagung.

Tanaman jagung yang mengalami kekurangan zat makanan akan mengalami berbagaib gangguan antara lain:

1.    Kekurangan nitrogen (N)
Akibat kekurangan unsure Nitrogen adalah tumbuhan menjadi kerdil, kurus, dan daun berwarna hijau kekuningan. Akibat yang paling parah tumbuhan jagung tidak berbuah.

2.    Kekurangan fosfor (P)
Kekurangan Fosfor juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun agak ungu dan kaku. Pertumbuhan tongkol terganggu, sehingga barisan biji tidak teratur.

3.    Kekurangan kalium (K)
Gejala yang tampak adalah ujung bagian bawah daun menguning dan mati. Tumbuhan menghasilkan buah yang kecil dan ujungnya runcing.

4.    Kekurangan Kalsium (K)
Kekurangan kalsium menyebabkan daun mudanya tidak muncul dari ujung tanaman, daun agak kaku, berwarna kuning kehijauan dan kerdil.

5.    Kekurangan Magnesium (Mg)
Tanaman jagung yang kekurangan magnesium, biasanya kerdil, bagian atas daun berwarna kuning. Dengan bergaris-garis tak normal berwarna putih. Daun yang tua berubah warna menjadi ungu kemerahan pada bagian tepid an ujung daun.

6.    Kekurangan belerang (S)
Gejala yang tampak pada tanaman jagung yang kekurangan belerang adalah seluruh daunnya berubah warna menjadi kuning, baik dari daun yang muda sampai yang tua. Gejala lain adalah tubuh tanaman jagung menjadi kerdil dan tidak/terlambat berbunga.

7.    Kekurangan Seng (Zn)
Gelala penyakit ini dilihat setelah tanaman berumur 2 minggu yaitu pada tengah daun terdapat garis kuning sepanjang tulang daun, sedangkan bagian tepi daun tetap hijau

8.    Kekurangan zat besi (Fe)
Gejala penyakit ini dapat dilihat pada daun tanaman jagung bagian atasnya hijau pucat sampai putih di antara urat-urat daun.

9.    Kekurangan tembaga (Cu)
Gejala penyakit ini muncul dengan diawali mengeringnya daun termuda, kemudian tanaman jagung menjadi kerdil dan daun yang tua mati.
Gejala yang lain adalah batang jagung menjadi lunak sehingga mudah bengkok atau roboh terkena angin.

Itulah Cara Menanam Jagung Dengan Mudah yang saya kutip dari BLOG TETANGGA.

SEKIAN!!!!!!!

Friday, April 25, 2014

Cara Menanam Tomat Dan Memanen Tomat

Tomat Segarrr

Tomat terbagi daibagi  menjadi dua,
1. Tomat sayur, yakni tomat yg biasa dibuat sayur, dan biasanya bentuknya lonjong.
2. Tomat sayur adalah tomat yang berbentuk bulat bertekstur keras dan berbentuk seperti apel
 Tomat sayur lebih baik ditanam didataran rendah. sedangkan tomat apel lebih baik ditanam didataran tinggi.
untuk menanam tomat dibutuhkan tanah yang gembur, tanaman tomat juga tidak tahan terhadap hujan. oleh karena itu waktu terbaik menanam tomat adalah 2 bulan sebelum musim hujan. .

CARA TANAM
Tomat dikembangbiakan dengan bijinya. sebelum menanam biji tomat, tanah harus dicangkul terlebih dahulu.setelah tanah gembur, biji tomat disemaikan tterlebih dahulu dan harus diberi atap untuk melindungi dari sinar matahari langsung. untuk 1 ha diperlukan 300-400 g biji tomat.
     setelah 2 minggu bibit tomat akan dipindahkan ke bedengan yg telah dicangkul sedalam 40c. jarak antar tanaman 70-80 cm. dibedengan harus dibuat parit untuk drainase.
     setelah berumur 1 bulan bibit tomat siap dipindah ke kebun. setiap tanaman tomat harus diberi tutup berupa tanaman/ pelepah daun pisang. kemudian setelah 3-4 hari tutup itu dibuka. setiap 2-3 minggu kebun di taburkan pupuk untuk menjaga kesuburannya.
     Setelah 1,5 bulan cabang dipangkan hingga tersisa 1-2 cabang dan tunas yang tumbuh pada ketiak daun harus dibuang karena tunas tersebut dapat mengurangi hasil buah.

CARA MEMANEN
Buah pertama bisa diambil setelah tanaman berumur dua bulan tanam. jangan sampai terlambat dalam mengambil/ memanen tomat karena akan menyebabkan mudah rusaknya saat proses pengangkutan.
     tanaman yg bagus bisa menghasilkan 10-25 ton buah tomat/ha

Sumber: Gue Cari Sendiri

Menanam Apel Dari Biji

Apel Merah Segarrr

Sentra apel malang, terdapat di Batu dan Selecta (kota Batu), Nongkojajar (kab. Pasuruan) dan Poncokusumo (kab. Malang). Batu terletak di lereng timur gunung Panderman, Selecta di lereng barat daya gunung Arjuno-Welirang, Nongkojajar di lereng barat pegunungan Tengger, dan Poncokusumo di lereng barat laut gunung Semeru. Sentra-sentra apel ini terletak di sekitar kota Malang. Itulah sebabnya apel dari kawasan ini disebut sebagai apel malang. Meskipun dihasilkan di kota Batu, dan kab. Pasuruan. Varietas apel yang dibudidayakan di kawasan ini adalah Manalagi, Rome Beauty, Anna, dan Wanglin.
Masing-masing apel malang, punya sejarah sendiri. Apel Manalagi adalah varietas yang paling tua, yang diintroduksi dari Negeri Belanda. Induk tetuanya sudah tidak diketahui lagi. Sebenarnya, kalau tidak dibungkus kertas koran, penampilan apel Manalagi bukan hijau kekuningan, melainkan mirip dengan Rome beauty. Rome Beauty adalah varietas yang dikembangkan di AS pada awal tahun 1800an. Ukuran Rome Beauty sedikit lebih besar dari Manalagi. Karena tidak dibungkus, kulit buah yang tidak terkena sinar matahari berwarna hijau, yang terkena matahari merah kecokelatan.
Rome Beauty juga diintroduksi pada jaman Belanda, namun lebih belakangan dibanding Manalagi. Varietas yang diintroduksi setelah jaman kemerdekaan adalah Anna. Ini varietas asal Israel, yang tidak diketahui tahun pelepasannya sebagai varietas. Anna adalah apel malang yang penampilannya paling atraktif. Bagian kulit buah yang terkena sinar matahari berwarna merah cerah, dan yang tidak terkena matahari oranye sampai kuning. Kelemahan apel Anna, rasanya sedikit masam. Varietas berikutnya adalah Wanglin, yang diintroduksi dari Taiwan. Varietas ini berwarna hijau tua dengan bintik-bintik putih, dan rasanya paling manis.
# # #
Manalagi dan Rome Beauty adalah varietas apel yang paling banyak dibudidayakan di sekitar kota Malang, Jawa Timur. Sebab dua varietas ini paling produktif. Budi daya apel dilakukan dengan benih cangkokan dan setek. Perbanyakan vegetatif ini, memang salah satu cara untuk menjamin, bahwa buah dari varietas yang dibudidayakan, tidak akan menyimpang dari induknya. Selain itu, benih cangkokan juga akan menjamin dalam waktu kurang dari 3 tahun kebun apel akan produktif. Sebab benih cangkokan, bisa berasal dari cabang yang sudah berukuran cukup besar. Hingga dua tahun setelah tanam, bunga sudah keluar.
Namun benih vegetatif asal cangkok atau setek, tidak memiliki pangkal batang yang kokoh. Akibatnya, pangkal batang mudah terserang jamur dan akar diserang nematoda. Kelemahan ini juga menimpa tanaman anggur. Di Indonesia, khususnya di Bali Utara, anggur juga dibudidayakan dengan benih asal setek dan cangkok. Idealnya, budidaya apel dan anggur dilakukan dengan benih okulasi, seperti halnya pada tanaman buah lainnya. Benih okulasi adalah gabungan antara benih generatif asal biji sebagai batang bawah. Benih batang bawah, biasanya dipilih yang berbatang dan berperakaran kuat, meskipun kualitas buahnya tidak terlalu baik.
Benih batang bawah ini akan disambung dengan entres sebagai benih vegetatif dari batang atas. Batang atas selalu berasal dari varietas yang buahnya unggul dan produktivitasnya tinggi. Varietas Manalagi dan Rome Beauty, sudah dikenal mampu beradaptasi dengan iklim tropis yang lembap. Varietas ini sangat produktif, dengan rasa buah yang digemari oleh masyarakat. Namun varietas dengan keunggulan batang atas ini, tidak secara otomastis akan bisa menjadi batang bawah sekaligus. Untuk itu harus dicari varietas dengan karakter unggul sebagai batang bawah, namun sekaligus sudah mampu beradaptasi dengan iklim tropis.
Sayangnya, Departemen Pertanian tidak pernah memperhatikan varietas tanaman buah dengan ciri-ciri unggul sebagai batang bawah. Manalagi, Rome Beauty, Anna dan Wanglin adalah varietas yang dilepas Menteri Pertanian sebagai batang atas penghasil buah. Hingga kita tidak pernah punya varietas apel sebagai batang bawah. Hal ini juga terjadi pada durian. Hingga para pembenih durian selalu menggunakan batang bawah berupa benih “sapuan” dari pasar dan kios durian kakilima. Beda dengan rambutan yang sudah punya si nyonya, mangga dengan podang, dan madu anggur, dan terutama jeruk dengan JC (Japanese Citroes), dan RL (Rough Lemon); sebagai varietas unggul batang bawah.
# # #
Benih tanaman buah di negara-negara maju, termasuk apel, tidak hanya menggunakan dua varietas tanaman sebagai batang atas dan batang bawah. Agar tanaman tumbuh dengan proporsi sesuai dengan kebutuhan, maka digunakan batang tengah. Batang tengah biasanya berkayu sangat kuat, namun berperawakan kerdil. Gunanya untuk menjaga, agar tanaman apel tidak tumbuh menjadi batang pohon raksasa, yang sulit dikelola. Dengan batang tengah tang kerdil namun kuat, maka tajuk tanaman bisa dipertahankan kompak, karena mudah dibentuk. Pemanenan juga bisa dilakukan dengan mudah karena tanamannya pendek.
Di Indonesia, pendeknya batang apel tidak hanya akan memudahkan pemanenan, melainkan juga perompesan (perontokan) daun. Sebab apel adalah tumbuhan sub tropis, yang pada musim gugur akan merontokkan seluruh daunnya. Pada musim semi, apel akan menumbuhkan tunas bunga, baru kemudian tunas daun. Hingga ketika bunga apel bermekaran pada musim semi, maka yang tampak hanyalah ranting-ranting tanpa daun yang penuh dengan bunga bermekaran. Pemandangan inilah juga yang akan tampak di kebun-kebun apel di sekitar Malang. Di kawasan tropis ini, tumbuhnya bunga apel bukan disebabkan oleh musim semi, melainkan karena daun-daun apel sengaja dirontokkan paksa setelah buah selesai dipanen.
Untuk memperoleh batang bawah, diperlukan biji apel sebagai benih. Biji apel ini mudah diperoleh dari kalangan industri pengolahan apel di sekitar Malang. Di sini sudeh tumbuh home industri sari apel (cider), cuka apel (vinegar), keripik dan dodol apel. Untuk membuat kerikip apel buah harus dibelah-belah. Ketika itulah biji bisa dikumpulkan. Karena masa dorman biji apel sangat pendek, maka penyimpanan tidak bisa dalam jangka waktu lama. Itupun biji harus ditaruh dalam wadah yang agak lembap. Setelah itu biji harus segera disemai. Biji yang masa dormannya pendek, biasanya mudah ditumbuhkan. Hingga biji apel juga mudah untuk disemai.
Hasil semaian inilah yang akan digunakan sebagai batang bawah. Kalau batang bawah akan langsung disambung dengan entres sebagai batang atas, maka penyambungan dilakukan ketika tanaman sudah mencapai ketinggian di atas 1 m. Kalau batang bawah akan terlebih dahulu disambung dengan batang tengah, maka penyambungan dilakukan sejak tanaman tumbuh setinggi 10 sd. 20 cm. Penyambungan batang tengah dengan batang atas tetap dilakukan ketika tanaman sudah setinggi lebih dari 1 m. Penyambungan apel bisa dilakukan dengan teknik mata tempel, maupun sambung pucuk. Sambung pucuk lebih dianjurkan, sebab akan menghasilkan benih dengan kualitas lebih baik.
# # #
Di AS, trend apel konsumsi selalu berkembang sangat cepat mengikuti jaman.  Jenis apel yang tahun ini sangat diminati konsumen, dua tahun lagi kemungkinan sudah tidak laku, karena ada varietas baru yang lebih menarik.  Agar petani bisa cepat mengantisipasi perkembangan selera konsumen, maka para breeder apel sengaja menyiapkan benih sambung tiga (batang bawah, tengah, atas); yang sudah setinggi 1,5 m. dan siap dibuahkan.  Penanaman apel di AS, selalu dilakukan pada musim semi. Agar petani tidak rugi, maka benih baru ditanam di sela-sela tanaman lama. Pada musim gugur tahun kedua, tanaman lama dipotong habis. Musim semi berikutnya, tanaman baru sudah mengeluarkan bunga.
Di Indonesia, pengumpulan dan penyemaian biji apel tidak hanya bermanfaat untuk memmroduksi benih batang bawah. Sebab penyemaian biji juga akan bermanfaat untuk menemukan varietas-varietas baru yang lebih unggul. Sebab secara alami selalu terjadi persilangan, apabila apel Manalagi, Rome Beauty, Anna, dan Wanglin ditanam secara bersamaan dalam satu hamparan. Biji yang dikumpulkan dari kebun dengan empat varietas apel ini, pasti akan menghasilkan ribuan varietas. Beberapa individu tanaman dari ribuan varietas itu, pasti akan ada yang memiliki sifat-sifat unggul baru, yang lebih cocok dengan kondisi alam tropis.
Penyemaian biji apel ini sudah sangat mendesak. Sebab kalau tidak, suatu ketika, apel dengan 100% benih vegetatif di kawasan sekitar Malang ini akan makin mengalami degradasi, bahkan bisa saja terancam punah. Kalau kita menyemaikan biji apel, kemudian menanamnya sebagai pagar kebun misalnya, maka di kawasan sekitar Malang akan tersimpan plasma nutfah apel yang kembali menjadi liar. Pohon-pohon induk inilah yang harus kita seleksi, mana yang buahnya unggul dan tanamannya produktif, dan mana pula yang batang serta perakarannya kuat. Upaya untuk menyeleksi varietas unggul batang bawah ini tidak hanya berlaku untuk apel, melainkan juga anggur dan durian.
SEKIAN......!!!!

Sumber:Foragri